Ditulis oleh Irena Anindita
Fotografi oleh Didi Kurniawan
Sore mendung nan seksi, kami berjalan riang menuju hamparan ruang yang diberi nama The Concourse dalam durian raksasa yang paling terkenal sedunia. Pikiran melayang ke tahun 2004 dimana orang-orang ini membuat panggung gerak berdansa. Dengan kombinasi nuansa musik electro, pop dan new wave, sang penggagas benama asli Henry Irawan alias Henry “Batman” Foundation mengusung Goodnight Electric (GE) bersama kedua orang hebat lainnya, Oom Leo dan Bondi Goodboy
Yak, hari itu Senen sore tetapi orang-orang sudah berbondong-bondong duduk manis di The Concourse untuk berdansa resah bersama Goodnight Electric. Pertunjukan dimulai pada pukul 7.15 teng dibuka dengan lagu A.S.T.U.R.O.B.O.T. dari album pertama mereka yang berjudul Love and Turbo Action.
click the bottom right icon to view slideshow
Pagelaran GE sore itu memang membuat saya girang setengah mati membuat tangan saya gatal untuk membekukan saat-saat tersebut ke dalam kamera dan bernyanyi-nyanyi kegirangan.
Musik menghentak ruangan dan sesuatu yang tak terduga pun terjadi. Seorang uncle-uncle mulai joged di depan bung-bung dari GE. Uncle yang sekiranya sudah berusia setengah abad lebih, berjoged dengan lincahnya di depan ratusan penonton. Si uncle berjoget mengikuti irama seperti layaknya doi seorang Good Friends sejati (nama fansnya GE). Melihat gerakannya yang benar-benar mengikuti irama, Uncle tersebut sepertinya sangat menggandrungi GE.
Set pertama selesai dimainkan selama kurang satu jam. Penonton yang rata-rata pelajar dari indonesia berhamburan untuk menyaksikan pertunjukan lain. Sekiranya pukul sembilan malam waktu setempat, saya ingin melihat lagi bung-bung dari GE dalam set kedua mereka, membawakan musik-musik yang sangat dipengaruhi oleh Depeche Mode, The Cure dan Kraftwerk. Maka saya pun kembali ke The Concourse.
Banyak hits single dari album pertama dibawakan dalam set kedua seperti The Supermarket iam in dimana pada tahun 2005 lagu ini menjadi hits dan banyak di request selama berbulan-bulan di berbagai stasiun radio di Indonesia. Di tengah lagu dengan lyric yang catchy dan sedikit kinky ini, mereka pun memperkenalkan diri mereka masing-masing. Ketika lagu ini dibawakan, ada sesuatu yang saya rasa hilang: suara dari nona Rebecca Theodora yang dulu pernah menjadi backing vocal mereka yang juga sempat menjadi backing vokal The Upstairs, Rumah Sakit dan straight out.
Hits-hits dari album kedua mereka yang berjudul ‘Electroduce Yourself’ juga banyak dimainkan. Seperti solid gold dan art school flying object.
Mosaic music festival memang wadah yang seru untuk memanjakan telinga kita mendengar aneka macam bunyi-bunyian. Yak, dan bagi saya Goodnight Electric telah berhasil membuat orgasme semua penontonya malam itu.
Good performance, good music, good friends and Goodnight Electric.





















