Ditulis oleh Joice Vania Gumala
It’s July, July, July!
Bulan Juli biasa identik dengan apa sih? Liburan, jalan-jalan, shopping, wisata kuliner, bangun siang-siang, apa lagi kira-kira? Juli is JULIJO alias JULI IJO! Merasa Singapur makin panas akhir-akhir ini? Udah mulai concern kan sama isu global warming yang makin merebak akhir-akhir ini? Nah, dalam rangka menyambut bulan Juli yang makin terik ini, DIASPORA come up with new theme, JULIJO, to raise our awareness to global warming issue ☺
JULIJO dimulai dengan mini polling ala DIASPORA dengan pertanyaan: KAMPUS MANA SIH YANG PALING IJO? Penilaian ditinjau dari komposisi warna yang tersebar di tiap kampus, jumlah pepohonan di dalam kampus, dan juga banyaknya orang yang mengenakan baju berwarna hijau ke kampus. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
And here are the candidates:
1. NUS
2. NTU
3. SMU
4. SIM
5. MDIS
Tentu saja, kelima kampus ini bersaing ketat dalam perolehan suara. Coba kita tanya opini temen-temen kita di kampus-kampus ini kenapa mereka berpendapat kalau kampus mereka Go Green.
“Yup! Tentu aja NUS itu Go Green. Buktinya, lumut ada dimana-mana,” kata Willyam Octavianus Sanusi, pelajar NUS. “Hmm NUS banyak banget pohonnya. Selain itu mereka menyediakan separated trash bin buat kaleng, botol dan kertas dimana-mana. NUS juga support earth hour kemarin dengan encourage students buat matiin lampu. Supaya kita-kita ngga bosen melewatkan satu jam dalam kegelapan (dan juga supaya ngga berbuat aneh-aneh
), ada satu event sendiri untuk Earth Hour. Go Green banget deh!”
Okay, it’s pretty convincing. Suara dari NUS pun bersaing ketat dengan students dari SMU. Memang menurut si anak kota ini, apa ya yang bikin kampus mereka Go Green juga?
“Yes it’s verdant and there’s a lot of trees. But because most of the campus is a closed ventilation system, we have to rely on the aircon so energy usage is quite high,” pendapat Nida, salah satu graduating student from SMU sekaligus outgoing editor-in-chief of DIASPORA.
“Well, the next best thing would be to lower the usage of electricity and they’ve done so with some automated switches so some things turn off when they’re not in use, which saves a lot of money and electricity. But that can hardly counts as green to me. However, because we are in the city and we’re surrounded by traffic, an open-air campus is impossible. At the very least SMU should strive to be ‘energy-saving’ rather than completely totally zen and green.” Ternyata anak kota ngga cuman pakai tau pake air-con aja yah, bisa juga tau cara menghemat pemakaian listrik. Good job good job ☺
It’s time to announce the winner! And it goes to… NTU! Selamat kepada pelajar-pelajar NTU yang kampusnya telah dinobatkan sebagai KAMPUS PALING IJO versi DIASPORA. Nah, para pembaca pada bingung kan kok tiba-tiba NTU jadi kampus paling ijo?
“Because NTU has clearly taken several tangible steps to reduce unnecessary waste and their best to recycle. For example, the availability of recycling bin almost everywhere in the campus, from hall of residences to academic complexes,” kata Kevin Kristian, student from NTU. “Another one would be major changes made in the canteens, not allowing plastic cutleries to be used anymore. They also highly encourage less usage of plastics in supermarkets and when buying food back. Contohnya tiap hari Rabu di Nanyang Supermarket, it’s Bring-Your-Own Plastic Bag Day.”
Cuma segitu aja? Kampus lain juga bisa ☹
“Kalau mau ijo beneran sih, gw pernah liat uler ijo, tupai, sama ada uler item kecil di bawah jemuran gw. Terus seberangnya NTU aja udah hutan, bener-bener hutan! Bahkan beberapa anak yang tinggal di hall atas pernah lihat babi hutan sekoloni nyebrang jalan.”
Okeh cukup dan terima kasih, Kevin. Ternyata ngga salah memilih NTU sebagai kampus paling ijo. Selain enak untuk tempat belajar, lokasi NTU yang ‘strategis’ juga mulai serupa dengan kebun binatang. Seru juga mungkin, belajar bersama satwa-satwa ☺
Sekian kontes KAMPUS PALING IJO versi DIASPORA. Selamat untuk pelajar-pelajar NTU, semoga semakin bangga akan kampusnya. Buat pelajar dari kampus-kampus lain yang belum beruntung, ayo coba lagi! Jangan putus asa dalam mendukung upaya Go Green! Nantikan artikel-artikel ijo lainnya di DIASPORA ☺


















