Ditulis oleh Akhmad Hidayat Harahap, fotografi oleh Cecilia Kamil
20 Maret 2010 kemarin baru saja berakhir salah satu event akbar di bumi Singapura ini, yaitu OlymPPIc 2010. Saya? Oh, saya hanyalah sebagian kecil daripada banyak orang yang berusaha untuk mewujudkan OlymPPIc 2010 ini menjadi sukses (baca: saya seorang helper).
So, mungkin beberapa orang merasa bingung, apa sih seorang helper itu? Apakah dia hebat? Apakah dia yang menyebabkan anjloknya harga pertamax dan pejwan? Oh tunggu, ini bukan kaskus. Jadi, intinya helper itu adalah seorang yang murah hati dan berjiwa ksatria yang selalu membantu kerja para panitia OlymPPIc 2010 ini dengan penuh semangat. Jadi, hargailah para helper OlymPPIc 2010; karena tanpa mereka OlymPPIc 2010 tidak akan bisa sukses.
Ahem.
Kembali ke topik utama. OlymPPIc 2010 kemarin di mata saya merupakan salah satu acara paling ramai dan ditunggu-tunggu oleh semua makhluk Indonesia yang bersemayam di bumi SIngapura ini. Lha, jelas saja, disana terdapat 3 cabang olahraga bergengsi yang diperlombakan oleh semua pelajar Indonesia di Singapura. 3 cabang olahraga yang diperlombakan: Basket, Futsal, dan Bulu Tangkis. Berikut pula daftar universitas yang mengikuti acara ini: NUS, NTU, SMU, SIM, PSB, TMC, Curtin, dan SIS. Hanya satu saja yang disayangkan dari acara ini, yaitu tidak adanya cabang olahraga petak jongkok.
Hari pertama OlymPPIc diadakan di SIS (Sekolah Indonesia Singapura) yang terletak di Siglap Road. Semua cabang olahraga diperlombakan secara bersamaan pada hari itu sehingga tidak sedikit supporter yang datang untuk menikmati permainan dari masing-masing sekolah mereka serta ikut menyemangati para atlit. Oh ya, para panitia dan helper pada hari itu juga berkesempatan mengikuti cabang olahraga yang baru saja ditemukan: gelar terpal.
Cabang olahraga gelar terpal dilakukan saat hujan datang, dengan menutup lapangan basket/futsal dengan terpal agar tidak basah. Peserta sebagian besar terdiri dari para panitia dan helper, tapi terkadang beberapa atlit lain yang masih sangat bersemangat dan tidak punya kerjaan pun ikut berpartisipasi dalam cabang olahraga ini. But well, thanks to the “terpal”, problem lapangan basah pun bisa diatasi sehingga para atlit lainnya tidak perlu basah-basahan saat bertanding setelah hujan selesai.
Hari kedua OlymPPIc bertempat di PSB Academy, tapi yang diperlombakan hanya 2 cabang olahraga yaitu basket dan bulu tangkis. Animo masyarakat disini kurang begitu menggelegar, dan jumlah penonton pun terbilang sedikit dibanding pada saat hari pertama. Namun tetap saja, semangat para atlit tetap membara bagaikan api disiram pertamax. Oh, tak lupa juga, cabang olahraga gelar terpal juga masih eksis pada hari kedua OlymPPIc.
Hari ketiga OlymPPIc. Big Day! Final Round! Peak of the event! Para superstar dari masing-masing cabang olahraga berkumpul dan bertarung memperebutkan medali serta piala bergilir OlymPPIc. Siapakah yang akan memenangkan event paling bergengsi bagi para atlit-atlit Indonesia di bumi Singapura ini? Siapakah helper yang membuat semua rencana ini terjadi? Semuanya akan terjawab di akhir acara akbar ini.
Bicara tentang hari ketiga, semua fasilitas yang disediakan di hari ketiga ini benar-benar luar biasa, TOP CLASS! Dengan Republic Polytechnic sebagai venue final day OlymPPIc 2010, semua pertandingan yang diadakan pada saat itu benar-benar berkualitas, cocok disebut sebagai pertandingan final dan akbar OlymPPIc 2010.
Lapangan basket kali ini indoor, sehingga para panitia dan helper tidak perlu lagi mengikuti cabang olahraga gelar terpal saat hujan turun. Tempat duduk para penonton untuk pertandingan basket pun layaknya standard NBA di negeri para bule, luas dan lega, cukup untuk memuat banyak supporter. Lapangan bulu tangkis pun tidak kalah mewahnya, hanya saja yang agak memprihatinkan adalah lapangan futsal yang disediakan.
Jaring gawang untuk pertandingan futsal terkesan sangat tidak “wah” untuk dikatakan sebagai pertandingan final, dan tempat untuk supporter pun sangat sempit sehingga tidak banyak supporter yang bisa datang dan menyaksikan laga bombastis final futsal kali ini. Kemudian kondisi lapangan juga becek dikarenakan hujan dan letak lapangannya outdoor, sehingga para atlit futsal tidak bisa mengerahkan semua kemampuan mereka. Tidak sedikit saya melihat para atlit futsal terpeleset karena licinnya kondisi lapangan saat itu.
Overall, animo masyarakat pada hari terakhir ini benar-benar menggelegar, luar biasa. Dari awal sampai akhir acara yang saya lihat adalah bertambahnya jumlah supporter yang berdatangan, menyemangati atlit-atlit mereka dengan semangat. Kalau saya boleh bicara, ini adalah acara terheboh PPIS yang pernah saya saksikan dalam sejarah hidup saya.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara OlymPPIc 2010 kali ini, terutama kepada para supporter yang telah rela pergi ke Woodlands yang notabene merupakan tempat yang lumayan sulit dijangkau. Kepada para panitia OlymPPIc 2010, you all have done a very good job, kudos for you all. And last but not least, para helper setia (saya) yang loyal dan selalu membantu kerja para panitia serta menjaga agar acara OlymPPIc 2010 berjalan dengan lancar.
See you in the next OlymPPIc 2011!
———–
This event was sponsored by Bank Indonesia, Bintan Resort, Dharma Wanita, Jtown, M.A.N International, Pertamina























