Posted by super ADD COMMENTS

Ditulis oleh Marcella Benita Wiyana

Kalau bebek, kucing, anjing, ayam, kambing, dan sapi diadu lomba, kira-kira siapa yang bakal menang ya?

Jawabannya bebek! Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa bisa bebek? Apakah ada riset kalau bebek ternyata bisa mengalahkan binatang berkaki empat? Bukan, disini kita ga membicarakan dunia hewan karena yang diadu lomba bukan hewannya. Binatang-binatang itu cuma nama-nama group yang dibuat oleh ExCo (Executive Committee) InSIM untuk para peserta InSIMazing 2010.

InSIMazing merupakan outing tahunan InSIM untuk para pelajar Indonesia di SIM. Para peserta dibagi dalam enam kelompok yaitu kelompok bebek, anjing, kucing, ayam, kambing, dan sapi. Pembagian kelompok berdasarkan undian dan setiap peserta harus menirukan suara hewan yang didapat. Masing-masing kelompok juga harus menyiapkan yel-yel. Memakai konsep “Amazing Race”, enam kelompok ini saling adu cepat untuk sampai ke post berikutnya. Setiap post memiliki rintangannya masing-masing. Untuk mengantisipasi ada group yang nyasar, setiap group dipimpin oleh seorang group leader.

Sama seperti judul di atas, InSIMazing kali ini bertemakan pirates. Para peserta diumpakan sebagai pirates-pirates yang berjuang mencari harta karun. Bermula dari SIM Headquarters (HQ) sebagai starting point, para peserta harus mengurutkan diri berdasarkan jumlah tanggal ulang tahun yang paling kecil ke yang paling besar sebelum mendapatkan clue selanjutnya. Untuk menuju ke post kedua, mereka harus mampu menguraikan rangkaian angka-angka, yang melambangkan huruf, berdasarkan susunan angka di handphone.

Di post kedua, yaitu hostel SIM, setiap fisik pirates ditantang. Masing-masing pirates diberi olahraga ‘ringan’ yaitu push-up, lari, sit-up, jalan jongkok, semi scot-jump, dan gerobak dorong. Kepercayaan team juga diuji dalam permainan blind fold. Selesai melakukan setiap tantangan, setiap group kemudian dibekali puzzle foto yang mengarah ke post selanjutnya.

Botanical Garden adalah post yang ketiga. Disini, para pirates akan merasakan makanan dan minuman ala pirates InSIM yaitu ‘cacing’ alias mie dicampur berbagai bahan dan jus campuran aneka buah dan sayur. Setelah puas menikmati hidangan ala pirates InSIM, para pirates harus membenamkan wajah mereka ke dalam baskom penuh berbagai macam campuran untuk menemukan 4 clue yang akan mengarahkan mereka ke post selanjutnya. Namun, sebelum para pirates menuju post selanjutnya, mereka diberikan makan siang yang sebenarnya.

Outram Park mungkin adalah post yang akan terus diingat sebagian besar pirates. Disini para pirates harus menggunakan otak mereka untuk memecahkan setiap tantangan yang ada. Setiap soal/tantangan berhasil mereka pecahkan kecuali tantangan melepaskan simpul tali. Hanya satu kelompok, yaitu kelompok bebek, yang berhasil.

Post kelima merupakan post terakhir dari rangkaian acara InSIMazing 2010. Di Vivo City, para pirates dituntut untuk bisa membeli barang-barang kebutuhannya. Untuk itu, mereka harus mencari harga barang dari list yang diberikan. Apabila semua harga cocok, para pirates baru diperbolehkan untuk mencari harta karun yang tersembunyi. Harta karun inilah klimaks dari acara InSIMazing 2010. Pirates bebek, yang pertama kali datang dan menyelesaikan tantangan di Vivo City, langsung diizinkan untuk mencari harta karun yang tersembunyi itu. Inilah yang menyebabkan pirates bebek menjadi pemenang InSIMazing 2010, mengalahkan pirates-pirates lain. Rangkaian acara InSIMazing 2010 ditutup dengan makan malam bersama dan pertunjukkan mini talent show oleh para pirates.

Nah, seru bukan? Para pirates ini bisa merasakan petualangan satu hari mencari harta karun. Selamat buat tim bebek sebagai pemenang InSIMazing 2010 dan tim ayam sebagai pemenang talent show. Tahun depan ikutan lagi yuuuuk!

More on Kampus

Review: GAYA 2010 – When Culture Meets Entertainment
Arisan Tempo Doeloe: Jadul Moments
UPCOMING | GAYA 2012: Luminary





About Us

Hey Diaspora! This is the place for misplaced and displaced young Indonesians who are living on a tiny island-nation in Singapore. Diaspora is a bilingual magazine updated virtually everyday, filled with our lives, our hopes, our opinions and our thoughts.