written by Joice Vania Gumala
30 Januari 2010. Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua kalangan telah tiba.
Bertempat di Art Design and Media Auditorium NTU, acara Indonesian Cultural Night yang dipentaskan oleh mahasiswa Indonesia NTU ini dimulai pada 7.00 p.m. Sebelum itu, para tamu sudah duduk manis memenuhi auditorium. Tak heran ICN 2010 yang hanya ditampilkan satu kali ini ramai dengan penonton; tiket yang dijual pun sudah habis beberapa hari sebelum pertunjukan.
Adalah Mike (Daniel Wong), Alice (Melisa Kaslan) dan Benjamin (Anugerah Erlaut), tiga pemeran utama dalam drama yang berjudul ‘ZAMRUD KHATULISTIWA – Kembali Ke Ibu Pertiwi’ ini. Mereka menjelajah Indonesia untuk mencari harta karun dan tebak apa yang mereka temukan?
Bukan harta karun, jelas.
Melainkan kekayaan kebudayaan Indonesia sendiri. Mulai dari Indonesian Choir yang menyanyikan lagu ‘Yamko Rambe Yamko’ disertai dengan tari Papua, nyanyian ‘Nenek Moyangku’ dari street singer (Dian Charlo Valentine) yang berasal dari Sulawesi, juga tari Pendet dan Kecak yang sangat autentik khas Bali.
Tak lupa drama lucu dari Maria Fransiska sebagai ibu-ibu Jawa dan Priscilia Purwito sebagai tukang soto juga cukup menghibur. Dilanjutkan dengan Indonesian traditional fashion show yang menunjukan pakaian-pakaian adat Jawa, tari Saman dari Sumatra, pembacaan puisi tentang tsunami Aceh 2004 (Kevin Kristian dan Marchelina Vincensia) yang diiringi oleh paduan suara, nyanyian lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ oleh Indonesian group band dan ditutup dengan fusion dari semua pemain dengan lagu tema ICN sendiri ‘Kembali Ke Hati’.
Selama pertunjukkan berlangsung, penonton tidak bosan-bosannya tersenyum dan tertawa berkat adegan-adegan lucu yang disisipkan dalam drama. Tentu saja ini semua tidak lepas dari kerja keras Inge Wong, Nathan Linarto dan Stefanus Setiadi sebagai stage managers dan juga Febrina Aryani, Jimmy Thurovin dan Mario Octavianus sebagai creative directors. Maryati dan Suryani sebagai President dan Vice President , Cobysot Avego Putro dan Gianti Giadi sebagai orang-orang yang sangat berkontribusi di balik layar serta semua komite inti ICN 2010 mengaku puas dengan hasil jerih payah mereka mulai tahun lalu.
Meskipun penampilan aktor dan performers ICN 2010 yang memuaskan, banyak penonton yang merasa sangat terganggu dengan kesalahan-kesalahan teknis di tengah jalannya acara (seperti microphone yang sering mati secara tiba-tiba) sehingga penonton di bangku belakang mengaku tidak dapat mengikuti alur cerita dengan baik karena system suara yang kurang memadai. Selain itu terdapat beberapa nama performers (Ignatia Cindy Gunawan dan Ferdinand Hadi) yang tidak dicatat dalam booklet ICN 2010. Semoga hal-hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk komite inti ICN berikutnya.
[cincopa 10552440]
photos by Michael King.




















